Blog Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia: Menyajikan Standar dan Informasi seputar Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia

Bersama ini diberitahukan bahwa Kolegium Obstetri dan Ginekologi akan menyelenggarakan pelatihan BSS II Endoskopi Ginekologi Dasar bagi peserta PPDS Obgin semester V pada tanggal 25-28 Oktober 2013 di BITDeC Bali. Sehubungan hal tersebut, mohon kesediaan para Ketua Program Studi (KPS) Ob-Gin untuk mengirimkan daftar nama calon peserta BSS II ke Sekretariat Kolegium (Fax: 021-3924271 atau email: kolegiumobgin@yahoo.com).

Setelah daftar nama peserta terkumpul di sekretariat, peserta pelatihan akan dikelompokkan menjadi dua grup, yaitu Grup A (tanggal 25-27 Oktober 2013) dan Grup B (tanggal 26-28 Oktober 2013). Biaya pelatihan ditentukan setelah mendapat jumlah peserta.

_DSC0778Rapat AFTA Kolegium OBGIN

Globalisasi di berbagai sektor yang mengarah pada pasar bebas tidak bisa dihindari oleh negara-negara anggota WTO termasuk Indonesia. Di era ini, batas negara semakin menghilang, sementara kemajuan teknologi dan informasi berkembang demikian cepat. Globalisasi mempengaruhi perubahan di semua sektor, tidak terkecuali dunia kedokteran.

Sudah lama menjadi keinginan agar dokter-dokter kita menjadi tokoh-tokoh global di dunia kedokteran internasional, bukan hanya menjadikan dokter Indonesia, tuan di rumahnya sendiri.

Pengaturan profesi kedokteran harus menjamin bahwa rakyat Indonesia terlindung dari praktik dokter yang merugikan. Masuknya dokter asing hanya untuk alih teknologi. Oleh karena itu, yang penting sekarang adalah bagaimana kita mengawal dan menjalankan kebijakan itu dengan baik sehingga tidak disalahgunakan.

Peran organisasi profesi seperti POGI dan lingkungannya untuk ikut mengawasi keberadaan dokter asing di Indonesia. Perhatian kedua adalah pendidikan kedokteran yang harus ditingkatkan terus kualitasnya. Kita memerlukan dokter dalam jumlah yang cukup banyak, agar disebarkan ke seluruh penjuru negara kita, sehingga rakyat di daerah terpencil dapat juga merasakan pelayanan kedokteran, sehingga tidak ada alasan untuk memasukkan dokter asing.

Saat ini sudah ada lebih dari 13 Senter Pendidikan Obgin ditambah 4 Senter baru ditambah RS pendidikan yang memiliki tenaga kesehatan yang handal dengan jumlah kasus (pasien) yang cukup.

Dokter asing yang datang ke Indonesia adalah dalam rangka alih teknologi. Niat mereka datang kemari adalah untuk meningkatkan keilmuan dokter Indonesia. Oleh karena itu mereka harus membawa Ilmu yang aman dan sudah teruji secara ilmiah (Evidence Based Medicine), sehingga membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. 
Untuk itu perlu dilakukan antisipasi dan pengawasan yang kuat terhadap masuknya dokter asing. Banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia dengan menggunakan izin dari berbagai instansi, menggunakan ijin operasional hanya untuk melayani warganya, atau ada yang mengaku tenaga dokter tetapi bidang ilmunya bukan kedokteran. Hal ini harus ditertibkan dengan memberikan peraturan yang jelas dan transparan.

Lokakarya akan diselenggarakan pada Kamis, 29 Agustus 2013 di Kantor Kolegium Obgin, Jl. Taman Kimia 10 Jakarta Pusat. Sebagai pembicara Ketua Kolegium, Ketua PB POGI dan Perwakilan RS. Lokakarya terbatas ini akan diikuti oleh Pengurus Kolegium, Pengurus POGI, Para Pengurus Himpunan dan Koordinator Pendidikan Konsultan.

Diharapkan dari Lokakarya akan diperoleh kesepakatan mengenai antisipasi masuknya dokter asing ke Indonesia. 

Minggu, 15 September 2013

08.00 – 11.00               Ujian Nasional (Ulangan Tulis)                                JW Marriott

14.00 – 17.00               Rapat Pleno Kolegium Acara Rapat                              JW Marriott

Senin, 16 September 2013

07.00 – 10.00               Orasi Ilmiah, Pelantikan SpOG & Konsultan Baru           JW Marriott
–> Pengumuman Tadjuluddin Award 2013
–> Undangan, acara

Sebagaimana diketahui bersama, hasil ujian nasional tanggal 6 Juli 2013 di Jakarta, dari 84 peserta ujian, dinyatakan 60 peserta lulus ujian tulis dan lisan, dan 24 peserta hanya lulus ujian lisan. Untuk itu 24 peserta tersebut harus mengulang ujian tulis saja.

Untuk mendownload pengumumannya (waktu, tempat ujian, tempat menginap dan biaya) silakan klik di sini.

Surat asli sudah dikirimkan ke Senter masing-masing.