Blog Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia: Menyajikan Standar dan Informasi seputar Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia

Archive for the ‘Organisasi’ Category

Orasi Ilmiah PIT XX : TEROBOSAN POGI DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP PENINGKATAN KESEHATAN PEREMPUAN INDONESIA

Pada orasi ini saya akan lebih fokus pada masalah kesehatan reproduksi perempuan Indonesia yang masih memprihatinkan, khususnya angka kematian ibu (AKI) yang masih tinggi dengan kegamangan target Milleneum Development Goals (MDGs) tahun 2015 yang mungkin tidak akan tercapai. Saya tidak akan berbicara tentang tehnologi kesehatan reproduksi yang mutakhir, tapi lebih menyoroti kondisi di lapangan yang ditemui setiap hari, yang masih jauh dari harapan. Lebih dari 5.000 ibu ibu Indonesia meninggal setiap tahun karena hamil dan melahirkan, yang sebetulnya sebagian besar bisa dicegah asal pemerintah dan masyarakat Indonesia bersama sama mau menangani dengan sungguh sungguh. Temuan dan penanganan awal yang sebenarnya hanya memerlukan ilmu dasar kedokteran dan obstetri sesuai dengan kompetensinya bila tidak dilakukan, sering menimbulkan komplikasi berat yang dapat menyebabkan kematian.

Mengapa sebagai Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG) kita harus lebih fokus terhadap Kesehatan Perempuan? Karena kitalah para SpOG yang sering melihat ibu ibu Indonesia yang dalam keadaan gawat meregang nyawa waktu hamil dan melahirkan.

Naskah Lengkap Orasi dapat diklik di siniImage.

Image

Rapat AFTA Kolegium OBGIN

_DSC0778Rapat AFTA Kolegium OBGIN

LOKAKARYA MENGENAI ANTISIPASI MASUKNYA DOKTER ASING KE INDONESIA

Globalisasi di berbagai sektor yang mengarah pada pasar bebas tidak bisa dihindari oleh negara-negara anggota WTO termasuk Indonesia. Di era ini, batas negara semakin menghilang, sementara kemajuan teknologi dan informasi berkembang demikian cepat. Globalisasi mempengaruhi perubahan di semua sektor, tidak terkecuali dunia kedokteran.

Sudah lama menjadi keinginan agar dokter-dokter kita menjadi tokoh-tokoh global di dunia kedokteran internasional, bukan hanya menjadikan dokter Indonesia, tuan di rumahnya sendiri.

Pengaturan profesi kedokteran harus menjamin bahwa rakyat Indonesia terlindung dari praktik dokter yang merugikan. Masuknya dokter asing hanya untuk alih teknologi. Oleh karena itu, yang penting sekarang adalah bagaimana kita mengawal dan menjalankan kebijakan itu dengan baik sehingga tidak disalahgunakan.

Peran organisasi profesi seperti POGI dan lingkungannya untuk ikut mengawasi keberadaan dokter asing di Indonesia. Perhatian kedua adalah pendidikan kedokteran yang harus ditingkatkan terus kualitasnya. Kita memerlukan dokter dalam jumlah yang cukup banyak, agar disebarkan ke seluruh penjuru negara kita, sehingga rakyat di daerah terpencil dapat juga merasakan pelayanan kedokteran, sehingga tidak ada alasan untuk memasukkan dokter asing.

Saat ini sudah ada lebih dari 13 Senter Pendidikan Obgin ditambah 4 Senter baru ditambah RS pendidikan yang memiliki tenaga kesehatan yang handal dengan jumlah kasus (pasien) yang cukup.

Dokter asing yang datang ke Indonesia adalah dalam rangka alih teknologi. Niat mereka datang kemari adalah untuk meningkatkan keilmuan dokter Indonesia. Oleh karena itu mereka harus membawa Ilmu yang aman dan sudah teruji secara ilmiah (Evidence Based Medicine), sehingga membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. 
Untuk itu perlu dilakukan antisipasi dan pengawasan yang kuat terhadap masuknya dokter asing. Banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia dengan menggunakan izin dari berbagai instansi, menggunakan ijin operasional hanya untuk melayani warganya, atau ada yang mengaku tenaga dokter tetapi bidang ilmunya bukan kedokteran. Hal ini harus ditertibkan dengan memberikan peraturan yang jelas dan transparan.

Lokakarya akan diselenggarakan pada Kamis, 29 Agustus 2013 di Kantor Kolegium Obgin, Jl. Taman Kimia 10 Jakarta Pusat. Sebagai pembicara Ketua Kolegium, Ketua PB POGI dan Perwakilan RS. Lokakarya terbatas ini akan diikuti oleh Pengurus Kolegium, Pengurus POGI, Para Pengurus Himpunan dan Koordinator Pendidikan Konsultan.

Diharapkan dari Lokakarya akan diperoleh kesepakatan mengenai antisipasi masuknya dokter asing ke Indonesia. 

Daftar Kegiatan Kolegium pada PIT XX Medan

Minggu, 15 September 2013

08.00 – 11.00               Ujian Nasional (Ulangan Tulis)                                JW Marriott

14.00 – 17.00               Rapat Pleno Kolegium Acara Rapat                              JW Marriott

Senin, 16 September 2013

07.00 – 10.00               Orasi Ilmiah, Pelantikan SpOG & Konsultan Baru           JW Marriott
–> Pengumuman Tadjuluddin Award 2013
–> Undangan, acara

Persiapan TOT USG Dasar Obstetri Ginekologi

Salah satu kesepakatan yang tertuang dalam Buku Standar Pendidikan Dokter SpOG adalah peserta didik mampu melakukan pemeriksaan USG. Ada perbedaan khusus antara pelatihan berdasarkan kompetensi dan proses mengajar secara tradisional. Pelatihan berdasarkan kompetensi dapat memberikan para pemberi pelayanan kesehatan, kompetensi-kompetensi yang sangat penting untuk keberhasilan kinerja mereka dalam pekerjaan. Pelatihan berdasarkan kompetensi tidak seperti pengajaran secara tradisional yang menekankan penilaian pada “informasi apa yang sudah dipelajari oleh peserta”, tetapi lebih menekankan penilaian pada “bagaimana setiap peserta mengerjakan”.

Langkah selanjutnya adalah standardisasi, yaitu prosedur klinik yang akan diajarkan harus dipecah dalam langkah-langkah esensial, kemudian setiap langkah dianalisa kembali untuk menentukan cara yang paling efektif dan aman untuk diajarkan dan dipelajari.

Pelatihan Keterampilan USG Dasar Obgin dirancang untuk melatih peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dalam pemeriksaan USG Dasar Obstetri dan Ginekologi yang efektif dan efisien. Fokus pelatihan adalah mengerjakan, bukan hanya mengetahui, dan evaluasi dilakukan terhadap kompetensi kinerja.

Dalam rangka melaksanakan amanah Standar Pendidikan Dokter SpOG tsb, Kolegium Obstetri dan Ginekologi akan menyelenggarakan Pelatihan Calon Pelatih (Training of Trainers/TOT) USG Dasar Obstetri dan Ginekologibagi calon pelatih Pusat Pendidikan pada tanggal 25-26-27 Februari 2013 yang bertempat di Departemen Obgin RSPAD Gatot Soebroto, Jl. AR Saleh 24 Jakarta Pusat.

Surat Permohonan Peserta TOT USG Dasar Obgin